Beruntung, kita tidak hidup di zaman batu, zaman purbakala, zaman perang dll. Dimana kehidupan saat itu tentu tidak semudah sekarang. Karena kini, kita hidup di zaman dimana telah hadir sebuah energi bernama "teknologi". Energi yang merevolusi peradaban manusia menjadi lebih baik. Tahun 2030.. Akan seperti apa ya... Apakah kita masih hidup di tahun itu dan menikmati segala fasilitas yang ada di tahun itu? Semoga kita semua diberikan umur panjang supaya hal tersebut dapat terwujud. amiiiinn....
Keberhasilan dari pembangunan tidak terlepas dari peran aktif semua sektor, salah satu sektor yang mempunyai andil sangat besar adalah sektor transportasi. Kita tahu bahwa alat transportasi sekarang memiliki banyak kekurangan. Diantaranya adalah sisa pembakarannya yang tidak ramah lingkungan, kemacetan yang sering terjadi, seringnya terjadi kecelakaan yang menjatuhkan banyak korban, dll. Semakin lama manusia semakin menuntut alat transportasi yang cepat, murah, aman dan alampun menuntut suatu alat transportasi yang ramah lingkungan.
Disini saya akan berkonsentrasi pada masalah teknologi transportasi. In my imagination.... Besok di tahun 2030, Semua alat transportasi di bumi ini memanfaatkan bahan bakar yang sangat ramah lingkungan yaitu air. Kita tahu bahwa sebagian besar bahkan hampir semua alat transportasi yang ada sekarang ini sangatlah tidak ramah lingkungan bahkan merusak lingkungan. Dengan bahan bakar air, suatu alat transportasi tidak akan mengeluarkan gas CO2 ataupun CO yang kita tahu telah merusak sebagian lapisan ozon bumi kita melainkan hanya mengeluarkan sisa yaitu berupa uap air.. Uap air yang dikeluarkan tentunya tidak akan mengusik lingkungan disekitar kita. ramah lingkungan bukan???
Selain itu, kita tahu bahwa sering pengemudi kendaraan direpotkan karena ban kempes ataupun bocor. Apalagi saat terhenti di tengah jalan yang jauh dari bengkel dan kebetulan tidak membawa ban serep, betapa merepotkan bukan?? Di tahun 2030, hal ini tidak akan terjadi lagi karena alat transportasi saat itu tidak menggunakan roda. Bagaimana bisa?? Bisa, karena mobil-mobil masa depan dibuat supaya dapat tidak menyentuh permukaan tanah yaitu dengan teknologi yang dapat membuat mobil seakan melayang dengan mengontrol gaya gravitasi yang didapatnya. Hal ini dapat menambah kenyamanan bagi pengemudi mobil karena tidak akan merasakan goncangan-goncangan di jalan. Dengan mobil-mobil yang tidak menyentuh tanah ini pula, jalanan tidak akan cepat rusak seperti sekarang ini akibat beban yang terlalu berat.
Negara banyak pulau seperti Indonesia membutuhkan transportasi laut dengan intensitas tinggi. Kapal-kapal yang ada sekarang terbukti belum memenuhi permintaan atau kebutuhan pasar akan alat transportasi laut yang memadai. Di tahun 2030, akan ada jalan bawah laut yang dapat menghubungkan pulau yang satu dengan yang lain. Sehingga masyarakat dapat bepergian lintas pulau dengan hanya menggunakan alat transportasi mobil. Untuk memperindah perjalanan, dinding terowongannyapun terbuat dari kaca tebal sehingga penumpang mobil dapat melihat keindahan bawah laut. Untuk penerangan di dalam terowonganpun menggunakan energi yang ramah lingkungan pula yaitu dengan memasang kincir angin di atas laut. Di atas laut, angin pastinya cukup besar dan dengan kincir angin tersebut dapat menghasilkan energi listrik yang dimanfaatkan untuk penerangan di terowongan bawah laut saat malam hari. Dengan transportasi semacam ini pastinya akan lebih murah jika kita ingin pergi lintas pulau. Untuk mendukungnya kita semua harus menjaga keindahan laut kita dan melestarikannya. Jangan merusak laut kita dengan bahan-bahan kimia, peledak ataupun mengambil hasil laut secara membabi buta. ok!
Untuk mengatasi segala pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, di tahun 2030 besok kita tidak akan menjumpai polisi-polisi yang berdiri di pinggiran jalan untuk mengatur jalannya lalu lintas. Sebagai pengganti polisi, di pinggir-pinggir jalan nantinya akan dipasang kamera-kamera kecil yang dilengkapi dengan sensor pelacak untuk mengawasi jalannya lalu lintas kota. Kamera tersebut tersambung dengan komputer pusat dimana cara kerjanya adalah apabila ada pengemudi kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas maka otomatis akan tersambung ke komputer pusat dan akan langsung melacak nomor polisinya, pemiliknya, alamat tempat tinggalnya, dan data-data lain mengenai pemiliknya. Dengan kamera-kamera yang terletak dimana-mana, polisi juga dapat melacak dimana mobil tersebut kemudian mengirimkan anak buahnya untuk menghadang dari arah yang akan dituju oleh mobil tersebut. Dengan demikian, pengendara kendaraan yang ugal-ugalan pastilah akan tertangkap dan akan semakin banyak orang yang akan mengendarai kendaraannya lebih berhati-hati.
Keberhasilan dari pembangunan tidak terlepas dari peran aktif semua sektor, salah satu sektor yang mempunyai andil sangat besar adalah sektor transportasi. Kita tahu bahwa alat transportasi sekarang memiliki banyak kekurangan. Diantaranya adalah sisa pembakarannya yang tidak ramah lingkungan, kemacetan yang sering terjadi, seringnya terjadi kecelakaan yang menjatuhkan banyak korban, dll. Semakin lama manusia semakin menuntut alat transportasi yang cepat, murah, aman dan alampun menuntut suatu alat transportasi yang ramah lingkungan.
Disini saya akan berkonsentrasi pada masalah teknologi transportasi. In my imagination.... Besok di tahun 2030, Semua alat transportasi di bumi ini memanfaatkan bahan bakar yang sangat ramah lingkungan yaitu air. Kita tahu bahwa sebagian besar bahkan hampir semua alat transportasi yang ada sekarang ini sangatlah tidak ramah lingkungan bahkan merusak lingkungan. Dengan bahan bakar air, suatu alat transportasi tidak akan mengeluarkan gas CO2 ataupun CO yang kita tahu telah merusak sebagian lapisan ozon bumi kita melainkan hanya mengeluarkan sisa yaitu berupa uap air.. Uap air yang dikeluarkan tentunya tidak akan mengusik lingkungan disekitar kita. ramah lingkungan bukan???
Selain itu, kita tahu bahwa sering pengemudi kendaraan direpotkan karena ban kempes ataupun bocor. Apalagi saat terhenti di tengah jalan yang jauh dari bengkel dan kebetulan tidak membawa ban serep, betapa merepotkan bukan?? Di tahun 2030, hal ini tidak akan terjadi lagi karena alat transportasi saat itu tidak menggunakan roda. Bagaimana bisa?? Bisa, karena mobil-mobil masa depan dibuat supaya dapat tidak menyentuh permukaan tanah yaitu dengan teknologi yang dapat membuat mobil seakan melayang dengan mengontrol gaya gravitasi yang didapatnya. Hal ini dapat menambah kenyamanan bagi pengemudi mobil karena tidak akan merasakan goncangan-goncangan di jalan. Dengan mobil-mobil yang tidak menyentuh tanah ini pula, jalanan tidak akan cepat rusak seperti sekarang ini akibat beban yang terlalu berat.
Negara banyak pulau seperti Indonesia membutuhkan transportasi laut dengan intensitas tinggi. Kapal-kapal yang ada sekarang terbukti belum memenuhi permintaan atau kebutuhan pasar akan alat transportasi laut yang memadai. Di tahun 2030, akan ada jalan bawah laut yang dapat menghubungkan pulau yang satu dengan yang lain. Sehingga masyarakat dapat bepergian lintas pulau dengan hanya menggunakan alat transportasi mobil. Untuk memperindah perjalanan, dinding terowongannyapun terbuat dari kaca tebal sehingga penumpang mobil dapat melihat keindahan bawah laut. Untuk penerangan di dalam terowonganpun menggunakan energi yang ramah lingkungan pula yaitu dengan memasang kincir angin di atas laut. Di atas laut, angin pastinya cukup besar dan dengan kincir angin tersebut dapat menghasilkan energi listrik yang dimanfaatkan untuk penerangan di terowongan bawah laut saat malam hari. Dengan transportasi semacam ini pastinya akan lebih murah jika kita ingin pergi lintas pulau. Untuk mendukungnya kita semua harus menjaga keindahan laut kita dan melestarikannya. Jangan merusak laut kita dengan bahan-bahan kimia, peledak ataupun mengambil hasil laut secara membabi buta. ok!
Untuk mengatasi segala pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, di tahun 2030 besok kita tidak akan menjumpai polisi-polisi yang berdiri di pinggiran jalan untuk mengatur jalannya lalu lintas. Sebagai pengganti polisi, di pinggir-pinggir jalan nantinya akan dipasang kamera-kamera kecil yang dilengkapi dengan sensor pelacak untuk mengawasi jalannya lalu lintas kota. Kamera tersebut tersambung dengan komputer pusat dimana cara kerjanya adalah apabila ada pengemudi kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas maka otomatis akan tersambung ke komputer pusat dan akan langsung melacak nomor polisinya, pemiliknya, alamat tempat tinggalnya, dan data-data lain mengenai pemiliknya. Dengan kamera-kamera yang terletak dimana-mana, polisi juga dapat melacak dimana mobil tersebut kemudian mengirimkan anak buahnya untuk menghadang dari arah yang akan dituju oleh mobil tersebut. Dengan demikian, pengendara kendaraan yang ugal-ugalan pastilah akan tertangkap dan akan semakin banyak orang yang akan mengendarai kendaraannya lebih berhati-hati.
Bukankah transportasi seperti inilah yang kita inginkan?? Semoga ini dapat benar-benar terwujud di tahun 2030. Tidak hanya di negara-negara maju saja, tetapi juga terwujud di negara kita tercinta Indonesia. Tidak hanya di sektor transportasi saja, juga sektor-sektor yang lain. Untuk itu, semangatlah wahai para pemuda Indonesia..!! Semoga kita dapat benar-benar mewujudkannya dengan tangan dan pikiran kita sendiri, bukan dengan tangan orang-orang "bule". Apakah kita tidak malu kalau terus-terusan hanya meniru hasil karya "mereka"?? Alangkah bangganya apabila kita dapat mewujudkannya sendiri.. Dengan demikian negara Indonesia akan terkenal di seluruh kancah internasional. Bukan terkenal akan negara terkorup, negara lingkungan rusak terparah, negara pengguna rokok dan narkotika terbanyak, melainkan negara termaju, negara terhebat dan ter- ter- yang lain yang pastinya menjadikan Indonesia adalah negara yang cukup dipertimbangkan di kancah internasional. SEMANGAT!!!